<Museum Tekstil Jakarta Saksi Bisu Hubungan Diplomatik Turki-Indonesia Sejak 1881 - Posegi

Museum Tekstil Jakarta Saksi Bisu Hubungan Diplomatik Turki-Indonesia Sejak 1881

Museum Tekstil Jakarta
Museum Tekstil Jakarta

Hubungan Turki-Indonesia diperingati di Museum Tekstil, Jakarta (18/11). Gedung ini saksi sejarah konsulat Ottoman pertama yang beroperasi sejak 1881.

POSEGI.ID – Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, mengungkapkan bahwa ikatan kedua negara sejatinya telah terjalin jauh sebelum hubungan diplomatik resmi modern yang kini berusia 75 tahun. Hubungan historis ini bermula sejak abad ke-16, saat Sultan Aceh mengirim delegasi ke Istana Ottoman di Istanbul guna meminta bantuan strategis melawan pasukan Portugis. “Sebenarnya, hubungan antara Turki dan Indonesia dimulai pada abad ke-16,” ujar Talip, Selasa (18/11/2025).

Untuk merayakan jejak sejarah panjang tersebut, Kedutaan Besar Turki menggelar upacara pemasangan plakat peringatan di Museum Tekstil, Jakarta Barat. Pemilihan lokasi ini sangat simbolis karena gedung museum tersebut pernah berfungsi sebagai kantor dan kediaman Konsul Jenderal pertama Kekaisaran Ottoman, Sayyid Abdulaziz El-Bagdadi, mulai tahun 1881 hingga 1923.

Baca Juga :  PLN UP3 Palu Catat Tren Positif, Tunggakan Listrik Pascabayar Sisa 7,89 Persen

Talip menegaskan bahwa koneksi historis ini harus dihargai sebagai bukti bahwa kontak antarnegara memiliki masa lalu yang bermakna. Ia bahkan menyebutkan bahwa laporan-laporan diplomatik yang dikirim oleh Konsul Jenderal dari Jakarta ke Istanbul sejak tahun 1881 masih tersimpan utuh dalam arsip Ottoman hingga hari ini, menjadi bukti otentik interaksi kedua wilayah, katanya.

Direktur Museum Tekstil, Sri Kusumawati, menyambut baik penempatan plakat peringatan tersebut sebagai pengakuan atas nilai sejarah gedung yang dikelolanya. “Gedung ini digunakan oleh konsuler Turki sebagai kantor dan kediaman pada awal abad ke-19,” ujar Sri. Ia berharap momentum ini dapat memicu lebih banyak kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Turki di masa depan, didukung oleh kunjungan Kepala Pusat Kebudayaan Turki yang telah meninjau lokasi.

Jejak diplomatik di Museum Tekstil ini, menurut pengamat sejarah, bukan sekadar relik masa lalu, melainkan fondasi kuat bagi diplomasi modern kedua negara. Keberadaan kantor konsulat Ottoman di jantung Batavia pada era kolonial menunjukkan betapa strategisnya posisi Indonesia bagi Turki, bahkan jauh sebelum negara Indonesia modern terbentuk, katanya.

Baca Juga :  60% Lulusan SMA Aceh Tak Kuliah Akibat Biaya, UIN Ar-Raniry Perkuat Beasiswa

Sebagai informasi, Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) membuka perwakilan resminya di Batavia (Jakarta) pada periode 1881-1882. Gedung yang kini dikenal sebagai Museum Tekstil tersebut menjadi saksi bisu operasional diplomatik Turki di tanah air selama lebih dari empat dekade sebelum berakhir pada tahun 1923.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy