<60% Lulusan SMA Aceh Tak Kuliah Akibat Biaya, UIN Ar-Raniry Perkuat Beasiswa - Posegi

60% Lulusan SMA Aceh Tak Kuliah Akibat Biaya, UIN Ar-Raniry Perkuat Beasiswa

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag

Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Mujiburrahman (30/10) sebut 60% lulusan SMA Aceh tak kuliah karena biaya. UIN perkuat Islamic Trust Fund atasi masalah ini.

POSEGI.ID – Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag, mengungkap fakta rendahnya minat lulusan SMA dan Madrasah di Aceh melanjutkan ke perguruan tinggi. Dalam Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026 di kampus tersebut, Kamis (30/10/2025), ia menyebut kendala ekonomi dan minimnya akses informasi menjadi penyebab utama.

“Setiap tahun, hanya sekitar 40 persen lulusan sekolah menengah di Aceh yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Banyak yang berhenti karena biaya dan kurangnya informasi,” ujar Prof. Mujiburrahman.

Data internal UIN Ar-Raniry pada PMB 2025 menunjukkan ironi ini dengan jelas. Dari kuota 6.305 mahasiswa baru, jumlah pendaftar membeludak hingga 25.000 orang, mengindikasikan animo akademis yang sangat tinggi. Namun, dari total peserta yang dinyatakan lulus seleksi, hanya sekitar 4.800 orang yang akhirnya melakukan pendaftaran ulang. “Sebagian tidak sanggup membayar UKT, padahal jumlahnya tergolong rendah,” jelas Rektor.

Baca Juga :  Revitalisasi Tikungan Gotekan Mojokerto, PU Jatim Prioritaskan Keselamatan Wisata

Fenomena ribuan calon mahasiswa yang “gugur” setelah lulus seleksi ini, menurut Prof. Mujiburrahman, adalah tragedi pendidikan di Tanah Rencong. Ini menunjukkan kesenjangan besar antara aspirasi akademis generasi muda Aceh dengan realitas ekonomi keluarga mereka. Menurutnya, UIN Ar-Raniry sebagai lembaga pendidikan Islam negeri memiliki tanggung jawab moral untuk memutus mata rantai kemiskinan tersebut melalui akses pendidikan tinggi yang inklusif, katanya.

Menjawab tantangan tersebut, UIN Ar-Raniry memperkuat instrumen bantuan internalnya melalui Islamic Trust Fund (ITF) Ar-Raniry. Program filantropi internal ini dirancang khusus untuk menanggung biaya kuliah, biaya tempat tinggal, hingga kebutuhan hidup mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Kami berkomitmen tidak akan membiarkan mahasiswa UIN Ar-Raniry putus kuliah hanya karena faktor biaya,” tegas Prof. Mujiburrahman.

Selain mengandalkan ITF, UIN Ar-Raniry juga membuka berbagai jalur beasiswa eksternal untuk menjaring mahasiswa berprestasi dari latar belakang ekonomi lemah. Skema beasiswa yang tersedia meliputi KIP Kuliah dari pemerintah, Beasiswa Prestasi, Beasiswa Astra Honda Motor (AHM), BAZNAS, Bank Indonesia (BI), Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, Beasiswa Erlangga, Bank Aceh, Beasiswa Anak Saleh, serta berbagai beasiswa lain dari mitra kerja universitas.

Baca Juga :  Truk Terperosok di Raden Saleh Karang Tengah, Lalin Arah Puri Indah Macet Parah

Di samping penguatan finansial, UIN Ar-Raniry juga fokus pada pembinaan karakter keislaman. Rektor menyebut peran Ma’had Jami’ah terus diperkuat sebagai pusat pembinaan dasar keislaman, khususnya dalam peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an. Kebijakan ini diterapkan secara tegas, di mana mahasiswa tidak dapat mengikuti sidang skripsi sebelum memenuhi standar kemampuan membaca Al-Qur’an yang telah ditetapkan. Langkah komprehensif ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Aceh.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy