<Tensi Taiwan Merembet, China Kirim Kapal Patroli ke Pulau Sengketa Senkaku/Diaoyu - Posegi

Tensi Taiwan Merembet, China Kirim Kapal Patroli ke Pulau Sengketa Senkaku/Diaoyu

Kapal Jepang
Kapal Jepang

China kirim kapal patroli ke dekat pulau sengketa Senkaku/Diaoyu (16/11). Langkah ini respons atas ucapan PM Jepang soal Taiwan.

POSEGI.ID – Penjaga pantai China pada Minggu (16/11/2025) secara resmi mengumumkan penyebaran armada kapal patroli di perairan sekitar Kepulauan Senkaku/Diaoyu. Beijing menegaskan langkah tersebut sebagai “kegiatan hukum untuk melindungi hak dan kepentingan China,” sementara pejabat Jepang di Tokyo belum memberikan komentar resmi atas provokasi terbaru ini.

Senkaku/Diaoyu adalah gugusan pulau kecil tak berpenghuni di Laut China Timur, terletak strategis sekitar 1.900 km dari Tokyo namun hanya 600 km dari Shanghai. Meskipun saat ini berada di bawah kendali administrasi Jepang, China secara agresif mengklaim kedaulatan atas pulau-pulau tersebut sejak era 1970-an.

Langkah Tiongkok ini merupakan eskalasi terbaru di tengah memanasnya ketegangan bilateral yang dipicu oleh pidato Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada 7 November lalu. Dalam pidatonya, Takaichi secara tegas memperingatkan bahwa Jepang dapat mengambil langkah militer jika pulau Taiwan diserang, sebuah pernyataan yang melanggar kebijakan “ambiguitas strategis” Jepang sebelumnya.

Baca Juga :  Travel Tokyo-AS 60 Menit via Roket? Perusahaan Jepang Siap Jual Paket 100 Juta Yen

Beijing bereaksi keras terhadap pernyataan Takaichi tersebut, yang dianggap sebagai intervensi langsung terhadap urusan dalam negeri China terkait Taiwan. China segera memanggil duta besar Jepang untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, sebuah langkah diplomatik serius. Kementerian Pertahanan China juga menegaskan bahwa setiap intervensi militer Jepang terkait Taiwan dipastikan akan gagal total.

Pengerahan kapal patroli di Senkaku/Diaoyu pasca-pernyataan Taiwan, menurut para analis, adalah strategi “dua front” yang disengaja oleh Beijing. Langkah ini tidak hanya menegaskan klaim maritim mereka, tetapi juga mengirimkan pesan hukuman langsung ke Tokyo bahwa setiap pembahasan mengenai keamanan Taiwan akan dibalas dengan tekanan setara di Laut China Timur, katanya.

Tekanan tidak berhenti di ranah diplomatik dan militer. Pada 14 November, China secara mengejutkan menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang. Tiga maskapai besar China kemudian segera mengumumkan pengembalian uang atau perubahan penerbangan gratis bagi penumpang tujuan Jepang, sebuah langkah yang berpotensi memukul sektor pariwisata Jepang.

Baca Juga :  Terowongan Rusia-Alaska Diusulkan, Trump Sebut 'Menarik', Zelensky Menolak

Pemerintah Jepang di Tokyo mendesak Beijing untuk “menerapkan langkah-langkah yang tepat” terkait travel advisory tersebut, meski tidak merinci lebih lanjut. Nasionalisasi Senkaku/Diaoyu oleh Jepang pada 2012 adalah pemicu awal meningkatnya frekuensi kapal China di area tersebut. Insiden terbaru ini menunjukkan bagaimana sengketa kedaulatan pulau dan status Taiwan kini saling terkait erat, meningkatkan risiko salah perhitungan di kawasan.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy