<Literasi AI Indonesia Kritis, Riset Ungkap Fenomena 'Paham Semu' - Posegi

Literasi AI Indonesia Kritis, Riset Ungkap Fenomena ‘Paham Semu’

AI (Freepik)
AI (Freepik)

Riset ‘Indonesia AI Report 2025’ (Okt 2025) ungkap adopsi AI tinggi (97%) tapi literasi publik kritis, memicu fenomena ‘paham semu’.

POSEGI.ID – Riset terbaru kumparan menunjukkan 97% publik Indonesia merasa AI berperan dalam keseharian, terutama untuk mencari informasi dan menunjang kebutuhan belajar. Namun, tingginya adopsi ini tidak diimbangi pemahaman mendalam, di mana 96% publik sadar layanan digital mereka berbasis AI, namun pemahaman cara kerjanya masih di tingkat permukaan.

Laporan tersebut mengidentifikasi ini sebagai fenomena “paham semu”, yakni pengguna merasa telah memahami AI, padahal belum sepenuhnya mengerti mekanisme inti teknologi tersebut. Meski 83% responden mengenal istilah machine learning dan 59% tahu algoritma, pemahaman konsep teknis seperti neural network masih rendah (42%).

Kesenjangan literasi AI ini diperparah oleh sumber belajar publik yang mayoritas bersifat informal dan tidak terstruktur. Sebanyak 84% responden mengaku belajar tentang AI dari media sosial dan YouTube, sementara hanya 21% yang mengambil kursus formal.

Baca Juga :  Hyundai Ioniq 9 Jadi "Smartphone on Wheels", Integrasikan AI Canggih

Rama Mamuaya, Managing Partner Discovery Shift, menyoroti kecepatan industri AI sebagai tantangan bagi pendidikan formal. “Kalau menunggu dari pembelajaran formal… tidak akan dapat terkejar karena begitu selesai kurikulumnya dibuat, sudah ada 10 LLM baru yang jauh lebih powerful,” katanya.

Fenomena ‘paham semu’ ini krusial karena penggunaan AI masih dibayangi tantangan teknis dan etis. Publik menempatkan keamanan data (55%) dan akurasi hasil (53%) sebagai hambatan utama, sehingga literasi AI yang kuat sangat dibutuhkan untuk memitigasi risiko disinformasi dan ancaman privasi di era adopsi masif ini.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy