Anthropic meluncurkan (24/10) fitur Memori AI untuk Claude Pro dan Max yang bisa mengingat riwayat obrolan dan mengimpor data preferensi dari ChatGPT.
POSEGI.ID – Fitur memori persisten yang sangat dinanti ini memungkinkan pelanggan berbayar Claude memiliki asisten yang mampu mengingat proyek, instruksi, atau informasi kontekstual dari satu sesi ke sesi berikutnya. Tujuannya adalah membuat interaksi dengan chatbot AI ini lebih alami, cepat, dan dipersonalisasi.
Pengguna tidak perlu lagi mengulang instruksi di setiap sesi baru, karena Claude kini dapat menghafal kemajuan proyek. Pengguna tetap memegang kendali penuh dan dapat menonaktifkan memori, menghapus elemen tertentu, atau menggunakan mode Penyamaran untuk kerahasiaan total.
Langkah Anthropic ini, menurut analis teknologi, merupakan eskalasi persaingan langsung di pasar AI generatif yang memanas. Dengan memungkinkan impor data dari ChatGPT, Claude secara agresif menargetkan basis pengguna rival utamanya untuk mempermudah migrasi dan adopsi platformnya, katanya.
Terobosan utamanya adalah kemampuan untuk mengimpor memori dari akun lain, termasuk dari ChatGPT. Meski belum ada alat impor otomatis, pengguna dapat mengekspor ringkasan konteks dari ChatGPT lalu mengirimkannya ke Claude, yang akan segera mempelajari preferensi dan nada pengguna.
Fitur Memori AI ini adalah bagian dari pembaruan besar keluarga model Claude 4, yang juga mencakup pencarian web real-time dan integrasi Google Workspace. Peluncuran fitur Memori AI untuk pelanggan Pro dan Max ini menandai era baru di mana asisten digital menjadi mitra refleksi jangka panjang bagi penggunanya.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy