China, dipimpin Xi Jinping, umumkan Rencana Ekonomi 5 Tahun (2026-2030) pada 23 Oktober. Fokusnya adalah otonomi teknologi dan reformasi komprehensif.
POSEGI.ID – Pengumuman Rencana Ekonomi lima tahun ke-15 (2026-2030) ini disampaikan dalam Konferensi Pusat ke-4 yang dihadiri Presiden Xi Jinping dan para pemimpin puncak partai. Tradisi perencanaan lima tahun ini telah dipertahankan Tiongkok untuk menetapkan tujuan sosial-ekonomi sejak tahun 50-an.
Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok memperkenalkan prinsip utama untuk melanjutkan pengembangan ekonomi berkualitas tinggi dan memperkuat reformasi. Tujuan utamanya adalah mencapai kemajuan signifikan dalam otonomi ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan terobosan reformasi, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat kapasitas keamanan nasional.
Untuk mencapai target Rencana Ekonomi 5 Tahun tersebut, China akan fokus membangun sistem industri modern dan memperkuat fondasi ekonomi riil. Beijing juga harus meningkatkan otonomi teknologi, membangun pasar domestik yang dinamis, mempercepat pembukaan kerja sama internasional, dan mengakselerasi transisi hijau.
Penekanan kuat pada otonomi teknologi ini, menurut para analis, merupakan respons langsung Beijing terhadap tekanan geopolitik, terutama dari Amerika Serikat. Dalam Rencana Ekonomi 5 Tahun ini, China tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan PDB, tetapi membangun kemandirian strategis agar rantai pasok nasional tidak dapat didikte oleh tarif atau sanksi teknologi dari negara pesaing, menurut pengamat.
Pertemuan ini terjadi di tengah tantangan berat, saat AS menekan akses ke teknologi canggih dan meningkatkan tarif impor hingga 100 persen untuk barang-barang Cina. Di dalam negeri, permintaan domestik juga lemah, tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang turun 0,3 persen dari tahun ke tahun.
Pengumuman ini datang hanya beberapa hari sebelum KTT APEC di Korea Selatan, di mana Presiden Xi dan Presiden AS Donald Trump berpotensi bertemu. Para analis menilai Rencana Ekonomi 5 Tahun tidak akan berubah oleh fluktuasi jangka pendek, karena Beijing selalu memprioritaskan kepentingan nasional. Rincian lengkap rencana baru ini akan diumumkan pada sidang parlemen 26 Maret mendatang.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy