Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, menyatakan laporan kejadian diterima pukul 18.46 WIB. Menurutnya, api berawal dari percikan di lorong gudang yang dengan cepat membesar hingga melahap area seluas 200 meter persegi.
“Api dimulai dari lorong gudang, lalu dicoba padamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR) oleh karyawan, namun tidak dapat dikuasai dan membesar,” jelasnya.
Sebanyak 14 unit mobil pemadam dengan 70 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Petugas berhasil melokalisir api pada pukul 19.37 WIB dan operasi pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 21.15 WIB.
“Dalam tempo kurang dari sepuluh menit sejak laporan pertama, api sudah tidak dapat dikuasai lagi oleh alat pemadam ringan. Ini menunjukkan kecepatan rambat api dari korsleting listrik yang luar biasa, membuat setiap detik penanganan awal menjadi sangat kritis,” kata Wahid.
Abdul Wahid juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran gudang tersebut. Ia menuturkan sebanyak 20 karyawan yang sedang bekerja berhasil menyelamatkan diri sebelum api menjalar ke seluruh bangunan.
Peristiwa kebakaran gudang ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan instalasi listrik di kawasan bisnis dan industri. Respons cepat petugas pemadam berhasil mencegah dampak lebih buruk, namun pencegahan melalui inspeksi rutin tetap menjadi kunci utama keselamatan.
Gudang ekspedisi di Cakung, Jaktim, hangus terbakar akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa setelah 20 karyawan berhasil menyelamatkan diri.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy