<Pertemuan Trump dan Zelensky Tegang, Usulan Serahkan Wilayah Ukraina Ditolak - Posegi

Pertemuan Trump dan Zelensky Tegang, Usulan Serahkan Wilayah Ukraina Ditolak

Donald Trump dan Zelensky
Donald Trump dan Zelensky

Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih pada 17 Oktober berlangsung tegang. Zelensky datang untuk meminta rudal jarak jauh Tomahawk, namun Trump justru berulang kali mendesaknya menyerahkan wilayah kepada Rusia untuk mengakhiri perang.

Suasana tegang di Ruang Kabinet ini terjadi setelah Trump sehari sebelumnya melakukan panggilan telepon “sangat efektif” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. “Putin ingin mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada media, seraya menambahkan, “Saya pikir Presiden Zelensky ingin mengakhiri perang dan dia harus melakukannya sekarang.”

Menurut sumber, Trump “memperbaiki argumen Putin yang hampir verbal” dan menolak permintaan senjata canggih tersebut. “Jika Anda mau, Presiden Putin dapat menghancurkan Anda,” ujar sumber itu menirukan ucapan Trump yang menolak melihat peta perang yang dibawa Zelensky.

Sikap Trump ini, menurut pengamat, menunjukkan pergeseran drastis Washington yang mulai lelah dengan konflik berkepanjangan dan lebih memprioritaskan kesepakatan jangka pendek. Upaya Gedung Putih untuk menekan Ukraina terlihat jelas dalam pertemuan tersebut, mengabaikan realitas lapangan demi stabilitas diplomatik versi mereka, katanya.

Baca Juga :  China Luncurkan Shenzhou 21, Bawa Astronot Termuda (32 Tahun) ke Stasiun Tiangong

Zelensky menolak mentah-mentah ide menyerahkan wilayah, seperti Donbass, yang diklaim Rusia. “Meninggalkan Donbass tidak dapat diterima oleh rakyat Ukraina, dan Putin memahami hal ini,” kata ketua komite urusan luar negeri parlemen Ukraina Oleksandr Merezzhko. Trump akhirnya melunak sedikit, “Oke, mari kita coba akhiri pertempuran dengan garis pertempuran saat ini,” kata sumber itu mengutip Trump.

Pertemuan Trump dan Zelensky selama 2,5 jam itu berakhir tanpa komitmen rudal Tomahawk, membuat Zelensky pulang dengan kecewa. Kegagalan ini menyoroti rapuhnya dukungan sekutu utama Kiev di tengah dinamika geopolitik yang cepat berubah antara Washington dan Moskow.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy