Menara 432 Park Avenue di Manhattan, New York, dilaporkan mengalami keretakan serius di bagian luarnya hanya 10 tahun setelah selesai dibangun. Pakar memperingatkan bangunan setinggi 426 meter ini berisiko mengalami degradasi parah jika tidak segera dirombak total.
Insinyur struktural Steve Bongiorno menjelaskan bahwa retakan tersebut dapat menyebabkan air meresap dan merusak struktur dari dalam. “Elevator tidak akan dapat digunakan, kerusakan sistem mesin mekanik, sambungan pipa akan pecah, menyebabkan air bocor di mana-mana,” ujarnya.
432 Park Avenue merupakan gedung tertinggi kelima di New York dan terletak di “Billionaires Row” yang dihuni kaum super kaya. Gedung ini memiliki 125 apartemen mewah dengan pemandangan Central Park, yang dihuni selebriti seperti Jennifer Lopez dan keluarga kerajaan Saudi.
Sebelumnya, penghuni telah lama mengeluhkan masalah internal seperti menara yang “gemetar di angin dan mengerang seperti kapal laut,” serta seringnya terjadi kebocoran air dan insiden lift. Masalah ini telah memicu pertarungan hukum yang panjang antara dewan bangunan dan pihak pengembang.
Risiko ini diidentifikasi sejak tahap konstruksi karena pemilihan jenis beton putih yang rentan retak, namun dipertahankan demi desain. Pemilihan material yang tidak tepat di awal, menurut Bongiorno, kini menjadi bumerang yang mengancam keselamatan publik di area padat seperti Manhattan. Ini menunjukkan bahwa estetika desain terkadang mengorbankan pertimbangan teknis jangka panjang, menciptakan risiko struktural yang mahal untuk diperbaiki, katanya.
Jose Torero, ahli teknis di College London, menegaskan degradasi ini tidak wajar untuk gedung berusia 10 tahun dan mengancam pejalan kaki di bawah. “Tidak ada atap trotoar yang dapat melindungi Anda dari jatuh blok beton dari ketinggian lebih dari 400 meter,” katanya. Temuan di 432 Park Avenue ini menjadi peringatan keras bagi industri properti mewah global mengenai bahaya mengabaikan integritas material demi kecepatan konstruksi.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy