<Kenapa Kepala Terasa Pusing Saat Rebahan? Ini Penjelasannya - Posegi

Kenapa Kepala Terasa Pusing Saat Rebahan? Ini Penjelasannya

Kenapa Kepala Terasa Pusing Saat Rebahan? Ini Penjelasannya (Freepik)
Kenapa Kepala Terasa Pusing Saat Rebahan? Ini Penjelasannya (Freepik)

Bagi kebanyakan orang, rebahan atau berbaring adalah posisi untuk beristirahat dan melepas lelah. Namun, bagaimana jika begitu kepala menyentuh bantal, dunia justru terasa berputar atau pusing? Ini adalah pengalaman yang membingungkan dan bisa sangat mengganggu kenyamanan.

Merasakan pusing justru saat tubuh seharusnya rileks bukanlah hal yang aneh. Sensasi ini, entah itu terasa seperti “kliyengan” (melayang) atau pusing berputar hebat (vertigo), sering kali memiliki penjelasan medis yang spesifik. Jika Anda mengalaminya, Anda tidak sendirian, dan ada beberapa alasan umum mengapa ini bisa terjadi.

Penyebab Paling Umum: Vertigo Posisi (BPPV)

Biang keladi paling umum dari pusing yang muncul spesifik saat berbaring, memiringkan kepala, atau berguling di tempat tidur adalah BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo).

Istilah ini mungkin terdengar rumit, tetapi konsepnya cukup sederhana. Di dalam telinga bagian dalam kita, terdapat struktur yang membantu otak menjaga keseimbangan. Di dalamnya, ada semacam “kristal” kalsium karbonat kecil (disebut otoconia) yang seharusnya menempel di tempatnya.

Pada penderita BPPV, kristal-kristal ini karena satu dan lain hal (seperti cedera kepala ringan, infeksi, atau sekadar proses penuaan) bisa terlepas dan “nyasar” ke bagian lain dari telinga dalam yang sensitif terhadap gravitasi.

Baca Juga :  5 Zodiak Paling Bersih dan Rapi, Debu Sedikit Saja Bisa Bikin Stres!

Saat Anda mengubah posisi kepala secara tiba-tiba—seperti saat Anda berbaring—kristal yang nyasar ini ikut bergerak dan menyentuh sensor-sensor halus di telinga dalam. Sensor ini kemudian mengirimkan sinyal palsu ke otak, memberitahunya bahwa Anda sedang bergerak atau berputar, padahal kenyataannya Anda hanya berbaring.

Otak yang bingung inilah yang memunculkan sensasi vertigo atau pusing berputar yang intens. Kabar baiknya, pusing akibat BPPV biasanya berlangsung singkat, mungkin hanya beberapa detik hingga satu menit, meskipun rasanya sangat tidak nyaman.

Gangguan Telinga Dalam Lainnya

Meskipun BPPV adalah yang paling sering terjadi, masalah lain pada sistem keseimbangan di telinga dalam juga bisa menjadi penyebab.

  • Labyrinthitis atau Neuritis Vestibular: Ini adalah peradangan pada telinga bagian dalam atau saraf vestibular, sering kali disebabkan oleh infeksi virus. Meskipun pusingnya sering kali konstan, perubahan posisi bisa memperburuk gejalanya.
  • Penyakit Meniere: Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan cairan di telinga bagian dalam. Selain vertigo yang bisa berlangsung lama (berjam-jam), biasanya disertai juga dengan telinga berdenging (tinnitus) dan gangguan pendengaran.

Sirkulasi Darah dan Tekanan Darah

Pusing saat rebahan tidak selalu soal telinga. Kadang, ini berkaitan dengan aliran darah ke otak.

  • Hipotensi (Tekanan Darah Rendah): Jika tekanan darah Anda secara alami rendah, perubahan posisi—bahkan dari duduk ke berbaring—dapat menyebabkan sedikit keterlambatan pasokan darah ke otak. Ini biasanya terasa lebih seperti “kepala ringan” atau “berkunang-kunang” daripada sensasi berputar.
  • Anemia: Kekurangan sel darah merah (anemia) berarti otak tidak mendapatkan cukup oksigen. Saat berbaring, meskipun seharusnya aliran darah lancar, tubuh yang lemah karena anemia tetap bisa memicu rasa pusing atau ringan di kepala.
Baca Juga :  Ibunda Hotman Paris Berhati Baja: Kisah Inspiratif Pantang Menyerah!

Faktor Gaya Hidup yang Perlu Diperhatikan

Beberapa kondisi umum juga dapat berkontribusi pada rasa pusing saat Anda mencoba untuk rileks:

  1. Dehidrasi: Kekurangan cairan membuat volume darah berkurang, yang dapat memengaruhi tekanan darah dan suplai oksigen ke otak, membuat Anda lebih rentan pusing saat berubah posisi.
  2. Kecemasan atau Stres: Saat cemas, tubuh berada dalam mode “lawan atau lari”. Ini dapat menyebabkan hiperventilasi (napas terlalu cepat) yang mengubah keseimbangan oksigen dan karbon dioksida dalam darah, memicu pusing atau sensasi melayang.
  3. Efek Samping Obat: Beberapa obat, terutama obat penurun tekanan darah, penenang, atau antidepresan, dapat memiliki efek samping yang memengaruhi keseimbangan atau tekanan darah.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda hanya sesekali mengalaminya, cobalah bergerak lebih perlahan. Saat hendak tidur, duduklah dulu di tepi tempat tidur selama beberapa saat sebelum perlahan-lahan merebahkan diri. Pastikan juga Anda minum cukup air sepanjang hari.

Baca Juga :  Resep Brownies Coklat Lumer: Mudah Dibuat, Anti Gagal!

Namun, jangan pernah menganggap remeh pusing yang berulang. Menduga-duga penyebabnya sendiri tidak akan menyelesaikan masalah.

Sangat penting untuk memeriksakan diri ke dokter jika pusing ini:

  • Terjadi berulang kali.
  • Sangat parah hingga mengganggu aktivitas.
  • Disertai gejala lain seperti mual hebat, muntah, gangguan pendengaran, telinga berdenging, sakit kepala hebat, atau kelemahan pada satu sisi tubuh.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik sederhana, seperti Manuver Dix-Hallpike, untuk memastikan apakah Anda menderita BPPV. Jika ya, penanganannya sering kali cepat dan non-obat, yaitu melalui manuver reposisi kristal (seperti Manuver Epley) yang bisa dilakukan oleh dokter atau fisioterapis terlatih.

Singkatnya, pusing saat rebahan adalah sinyal dari tubuh Anda. Paling sering, itu adalah masalah mekanis kecil di telinga Anda (BPPV), tetapi penting untuk memastikannya. Mencari tahu penyebabnya adalah langkah pertama untuk bisa kembali berbaring dan tidur nyenyak tanpa rasa khawatir.

  • Tags:
  • #

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy