<Bom SMAN 72: Polisi Telusuri Kaitan Ancaman dan Ledakan - Posegi

Bom SMAN 72: Polisi Telusuri Kaitan Ancaman dan Ledakan

Polda Metro Jaya menyatakan belum menemukan keterkaitan langsung antara insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan serangkaian ancaman bom yang sempat diterima sejumlah sekolah di Jakarta Utara dan Tangerang. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro, Komisaris Besar Polisi Jaya Budhi Hermanto, di Polda Metro Jaya pada Sabtu, 8 November 2025, menyusul maraknya teror keamanan yang menyasar institusi pendidikan. Meski demikian, pendalaman lebih lanjut akan tetap dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) dan pihak berwenang lainnya, sesuai tugas pokok masing-masing.

Sebelumnya, pada 7 Oktober 2025, sebuah teror bom sempat menyasar North Jakarta Intercultural School (NJIS) di Jakarta Utara. Nomor pemasaran sekolah tersebut menerima pesan singkat misterius yang berasal dari nomor +2349165620857. Isi pesan tersebut jelas mengindikasikan upaya pemerasan, dengan ancaman serius yang menyertai: ‘Pesan untuk semua, kami punya bom di sekolahmu. Bomnya akan meledak dalam 45 menit. Jika kamu tidak setuju, bayar US$30.000 ke alamat Bitcoin kami di bawah ini: 17TbltoK4kojSn4sSogJuZgRzvTx1Qi4XT,” demikian bunyi pesan teror itu.

Baca Juga :  Pemasok Narkoba Onad Terancam Hukuman Berat!

Tak lama berselang, pada hari yang sama, Selasa, 7 Oktober 2025, ancaman serupa juga menghantui dua sekolah internasional di Tangerang Selatan. Sekolah yang menjadi sasaran teror adalah Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Sekolah Mentari Intercultural School yang berlokasi di Bintaro. Kedua institusi pendidikan ini pun menerima pesan teror bom. Namun, setelah penyisiran intensif oleh aparat kepolisian, tidak ditemukan adanya indikasi keberadaan bom seperti yang disebutkan dalam ancaman.

Rentetan kejadian yang melibatkan ancaman keamanan terhadap fasilitas pendidikan, baik berupa ledakan maupun teror bom, secara alami menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Meskipun aparat kepolisian, melalui Kombes Pol. Jaya Budhi Hermanto, menuturkan belum ada indikasi hubungan di antara insiden-insiden tersebut, pola ancaman yang meminta tebusan dengan mata uang kripto menunjukkan adanya modus operandi yang terorganisir. Oleh karena itu, langkah Densus 88 untuk turut mendalami kasus ini menjadi krusial dalam mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau motif di balik semua peristiwa yang mengganggu ketenangan publik ini.

Baca Juga :  Vinicius Ngamuk di Madrid, Ancelotti Bertindak: Apa Dampaknya?

Kombes Pol. Jaya Budhi Hermanto menegaskan, pendalaman kasus oleh Densus 88 dan pihak yang berkompeten akan terus berjalan. Fokus penyelidikan akan diarahkan untuk mengungkap fakta di balik setiap peristiwa dan memastikan keamanan lingkungan pendidikan tetap terjaga.

  • Tags:
  • #

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy