<Drone T1400 China Sukses Uji Terbang, Angkut 650 Kg Demi Ekonomi Ketinggian Rendah - Posegi

Drone T1400 China Sukses Uji Terbang, Angkut 650 Kg Demi Ekonomi Ketinggian Rendah

Drone T1400 China
Drone T1400 China

Helikopter tak berawak T1400 sukses uji terbang perdana di Harbin, China (2/11). Drone heavy-lift ini angkut 650 kg, targetkan pasar LARE.

POSEGI.ID – Helikopter drone T1400 yang dikembangkan oleh United Aircraft Corporation (United Aircraft Group) berhasil menyelesaikan rangkaian operasi uji terbang pertamanya di Harbin, ibu kota provinsi Heilongjiang, China. Dilaporkan CGTN pada Sabtu (2/11/2025), drone kelas berat ini sukses melakukan manuver hovering (melayang), terbang sesuai rute, dan mendarat dengan mulus.

Presiden United Aircraft Group, Tian Gangyin, menyebut T1400 sebagai terobosan signifikan dalam teknologi drone industri. Dengan berat lepas landas maksimum 1.400 kg dan kapasitas muatan (payload) maksimum 650 kg—setara berat 10 orang dewasa—drone ini mengatasi keterbatasan daya angkut yang lama menghambat drone industri. Kemampuan angkut beban berat ini didukung daya tahan terbang impresif selama 8 jam.

Baca Juga :  Perang Harga Komputasi Spasial: Galaxy XR Rp 29,2 Juta Tantang Vision Pro Rp 56,8 Juta

T1400 juga dirancang khusus untuk beroperasi di lingkungan ekstrem. Helikopter tak berawak ini mampu bekerja optimal dalam rentang suhu ekstrem dari -40 derajat Celcius hingga 55 derajat Celcius, menahan angin kencang, dan memiliki jangkauan operasi hingga 6.500 meter dengan kecepatan terbang horizontal maksimum 180 km/jam. Desainnya mengandalkan motor ganda dan struktur komposit berkekuatan tinggi untuk memastikan keandalan.

Kehadiran T1400, menurut para analis, mengisi celah strategis antara drone quadcopter ringan dan helikopter berawak tradisional. Kemampuannya mengangkut beban 650 kg dalam cuaca ekstrem sangat krusial untuk logistik ‘mil terakhir’ di daerah terpencil atau wilayah bencana, di mana pengiriman bantuan besar secara cepat menjadi tantangan utama, katanya.

Fokus utama pengembangan drone ini adalah untuk mendukung “ekonomi ketinggian rendah” (Low-Altitude Economy/LARE) China, sebuah sektor yang diidentifikasi sebagai kekuatan pendorong baru dalam laporan pemerintah 2024. T1400 ditujukan untuk beroperasi di lahan subur yang luas, hutan lebat, dan danau di Heilongjiang, provinsi yang menjadi pasar utama LARE.

Baca Juga :  Gugatan Michelle Ritter Ungkap Kehidupan Mewah dan Konflik dengan Eks CEO Google Eric Schmidt

Aplikasi potensialnya sangat luas, mencakup pertanian presisi skala besar, transportasi kargo berat antarpulau atau pegunungan, penyelamatan darurat di medan sulit, dan pemadaman api hutan. Tian menekankan bahwa helikopter ini akan dikerahkan secara luas di seluruh negeri di masa depan. Pasar LARE China sendiri diproyeksikan sangat besar, diperkirakan mencapai $211,6 miliar (sekitar Rp 3.449 triliun) pada 2025 dan meroket menjadi $492 miliar (sekitar Rp 8.020 triliun) pada 2035.

Uji terbang T1400 ini bukan sekadar pencapaian teknologi, tetapi langkah strategis China dalam memonetisasi ruang udara ketinggian rendah. Dengan infrastruktur drone heavy-lift yang andal dan mampu beroperasi di cuaca ekstrem, China bersiap memimpin pasar logistik dan layanan darurat masa depan yang bernilai ribuan triliun rupiah.

  • Tags:
  • #

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy