<Inovasi Paving Porous ITS dari Limbah PLTU Mulai Diproduksi BUMDes Probolinggo - Posegi

Inovasi Paving Porous ITS dari Limbah PLTU Mulai Diproduksi BUMDes Probolinggo

Inovasi Paving Porous ITS dari Limbah PLTU Mulai Diproduksi BUMDes Probolinggo

Riset paving porous anti-banjir ITS dari limbah fly ash kini masuk tahap hilirisasi. Inovasi DTIS ITS ini (31/10) sukses dikomersialkan BUMDes Sumberejo, Probolinggo, untuk atasi genangan sekaligus buka lapangan kerja.

POSEGI.ID – Inovasi ini lahir dari masalah klasik perkotaan, di mana pengerasan lahan dengan permeabilitas rendah, seperti paving konvensional, tidak mampu mengalirkan air hujan secara efektif ke dalam tanah. Ketua Tim Penelitian Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Eng Yuyun Tajunnisa ST MT, menjelaskan bahwa daya serap paving block konvensional yang sangat rendah berkontribusi besar terhadap terjadinya genangan dan banjir di permukaan.

Sebagai solusi ganda, tim DTIS ITS mengembangkan paving porous (berpori) yang mampu menyerap air secara alami dan ramah lingkungan. Inovasi utamanya adalah penggunaan limbah pembakaran batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), atau fly ash, sebagai material pengganti sebagian semen. Langkah ini tidak hanya menekan biaya produksi secara signifikan, tetapi juga berkontribusi mengurangi emisi karbon dari industri semen sekaligus memanfaatkan limbah B3 yang menjadi masalah lingkungan tersendiri.

Baca Juga :  Ledakan SMAN 72: Disdik DKI Perketat Keamanan Sekolah!

Penelitian yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini telah melalui pengujian laboratorium yang ketat. Hasilnya, paving porous berbasis fly ash dan CaCO₃ ini terbukti memiliki karakteristik mekanis yang kuat serta tingkat permeabilitas (laju infiltrasi air) yang tinggi, sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Riset ini tidak berhenti di laboratorium, namun didorong ke tahap hilirisasi dan komersialisasi. Bekerja sama dengan Departemen Manajemen Bisnis ITS untuk mengkaji potensi pasar, tim DTIS menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumberejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, sebagai mitra produksi. Kolaborasi strategis dengan BUMDes Sumberejo ini, menurut Yuyun, bukan sekadar transfer teknologi, tetapi komitmen nyata perguruan tinggi dalam memberdayakan ekonomi desa. Kolaborasi ini membuktikan bahwa limbah industri bisa diubah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang solutif, katanya.

Baca Juga :  Diskusi Kebijakan Hukum Pendaftaran Merek, Kemenkum Sulteng Gelar Rapat Final di Palu

Dampak positif dari hilirisasi ini diakui langsung oleh Ketua BUMDes Sumberejo, Slamet Hariyadi. Ia menyambut baik kolaborasi yang telah terjalin sejak 2023 tersebut. “Dampaknya sudah terasa, karena usaha produksi paving di desa kami turut membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan penghasilan warga,” ujarnya. Inovasi ini sejalan dengan dukungan pencapaian SDGs poin 9 (Industri, Inovasi, Infrastruktur), poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy