Microsoft rilis 12 fitur baru Copilot (26/10), dua hari setelah Atlas OpenAI. Pembaruan ini tandai persaingan sengit di ranah browser AI.
POSEGI.ID – Hanya dua hari setelah OpenAI meluncurkan browser AI pertamanya, Atlas, Microsoft langsung merespons dengan pembaruan besar untuk asisten pintarnya, Copilot. Langkah cepat ini menggambarkan eskalasi persaingan di segmen browser cerdas yang dianggap sebagai revolusi web berikutnya.
Pembaruan Microsoft Copilot ini mencakup dua belas penambahan fitur utama yang bertujuan membuat asisten AI tersebut “lebih pribadi, lebih berguna, dan lebih terhubung”. Fitur baru unggulan meliputi mode kolaborasi real-time hingga 32 pengguna seperti Google Docs, peningkatan integrasi dengan OneDrive, Outlook, dan Google Drive, serta kemajuan signifikan pada memori dan personalisasi asisten.
Turut diperkenalkan asisten baru bernama Mico, avatar animasi yang mengobservasi tindakan pengguna untuk memberikan bantuan kontekstual. Inovasi lain mencakup fungsi kesehatan khusus berbasis sumber Harvard Health dan fitur pendidikan “Learn Live” dengan tutor suara interaktif untuk pemahaman konsep.
Munculnya browser AI ini, menurut analis teknologi, menandai evolusi berikutnya dari asisten percakapan menjadi alat navigasi proaktif yang terintegrasi penuh dalam ekosistem digital pengguna. Persaingan kini bukan lagi sekadar adu kemampuan chatbot, melainkan menciptakan pengalaman penjelajahan web yang dipersonalisasi secara mendalam, katanya.
Pemain utama seperti Perplexity, Opera, dan kini Microsoft Copilot berlomba mengintegrasikan AI ke browser mereka. Tren ini menjadi perpanjangan alami gelombang AI percakapan, memperluas audiens sambil membuka peluang kemitraan baru dan akses data pengguna yang belum pernah terjadi sebelumnya. Istilah “navigasi AI” diprediksi akan menjadi standar baru dalam kosakata teknologi.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy