Posegi – PSSI dihadapkan pada tugas krusial mencari juru taktik baru untuk Timnas Indonesia setelah resmi berpisah dengan Patrick Kluivert. Meski tak akan berlaga di FIFA Match Day pada November 2025, bursa calon pelatih mulai diramaikan oleh sejumlah nama asing. Sayangnya, salah satu kandidat kuat yang sempat mencuat, Roberto Donadoni, kini dipastikan tak akan menukangi Skuad Garuda setelah resmi bergabung dengan klub Serie B Italia, Spezia, pada Rabu (4/11/2025). Situasi ini menyisakan Juan Carlos Osorio dan Oscar Garcia sebagai dua opsi utama yang masih berpeluang menduduki kursi panas pelatih Timnas Indonesia.
Federasi Sepak Bola Indonesia, PSSI, dilaporkan belum berniat terburu-buru dalam menunjuk pelatih anyar. Keputusan ini diambil menyusul agenda Timnas Indonesia yang kosong pada kalender FIFA di akhir tahun. Kendati demikian, berbagai spekulasi mengenai pengganti Kluivert terus bergulir, mendorong munculnya tiga nama pelatih asing yang digadang-gadang memiliki kans besar.
Kabar mengenai para kandidat ini pertama kali diungkap oleh jurnalis senior Indonesia, Mohammed Ali Mahrus. Melalui akun Instagram pribadinya pada 29 Oktober 2025, Mohammed Ali Mahrus menuturkan bahwa seorang agen telah menawarkan tiga pelatih berpengalaman untuk Timnas Indonesia. Ia menyebutkan ketertarikan agen tersebut pada nama-nama seperti Roberto Donadoni, Juan Carlos Osorio, dan Oscar Garcia.
“Saya dikirimi chat oleh oran penting. Beberapa hari setelah berpisah dengan Patrick Kluivert ada satu agen yang menawarkan beberapa pelatih pengalaman yang menurut sang agen tertarik melatih Timnas Indonesia. Antara lain: Roberto Donadoni, Juan Carlos Osorio dan Oscar Garcia,” tulis Mohammed Ali Mahrus dalam unggahannya.
Namun, harapan untuk melihat Roberto Donadoni memimpin Timnas Indonesia harus pupus. Mantan pelatih tim nasional Italia itu telah menepi dari bursa setelah mengikat kontrak dengan Spezia, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Italia, Serie B.

Kepastian kepindahan Donadoni ke Spezia ini dikonfirmasi oleh media asing kenamaan asal Italia, Football Italia. Laporan mereka menyebutkan bahwa keputusan penunjukan Donadoni diambil oleh Presiden Spezia, Charlie Stillitano, yang telah mengenal legenda AC Milan tersebut sejak akhir karier bermainnya di New York.
“Spezia kini siap menunjuk mantan pelatih Italia, Donadoni. Keputusan ini diambil oleh Presiden Charlie Stillitano, yang pertama kali mengenal legenda Milan tersebut di penghujung karier bermainnya di New York,” tulis Football Italia.
Spezia sendiri membidik Roberto Donadoni sebagai upaya untuk mengangkat performa tim. Klub tersebut berencana memecat pelatih sebelumnya, Luca D’Angelo, menyusul rentetan hasil buruk yang membuat mereka terpuruk di papan bawah klasemen Serie B musim 2025/2026. Dengan pengumuman resmi pada Rabu, 4 November 2025, Donadoni kini telah dikenalkan kepada publik sebagai nahkoda baru Spezia. Ofisial klub pun menyambut kedatangannya dengan hangat melalui media sosial.
“Welcome Mister Donadoni (Selamat datang tuan Donadoni,-red),” demikian sambutan resmi yang diunggah oleh Spezia melalui akun Instagram klub.
Ketersediaan Donadoni di bursa transfer pelatih Timnas Indonesia memang sempat menciptakan ekspektasi tinggi, mengingat pengalamannya melatih tim nasional Italia. Dengan keputusan Donadoni memilih Spezia, fokus PSSI kini secara otomatis mengerucut pada profil pelatih lain yang dapat menawarkan visi dan strategi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan sepak bola Indonesia ke depan. Langkah ini menuntut PSSI untuk lebih cermat dalam meninjau rekam jejak dan filosofi kepelatihan Juan Carlos Osorio serta Oscar Garcia, guna memastikan pilihan terbaik bagi masa depan Skuad Garuda.
Dengan hengkangnya Roberto Donadoni, perhatian kini sepenuhnya tertuju pada Juan Carlos Osorio dan Oscar Garcia. Kedua pelatih ini masih memiliki peluang kuat untuk menjadi arsitek baru bagi Jay Idzes dkk. Tentu menarik untuk dinantikan, apakah PSSI akan memilih salah satu dari dua nama tersebut, atau justru akan ada kejutan dengan munculnya kandidat lain yang akan memimpin Timnas Indonesia di masa mendatang.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy