Peluncuran iPhone Air (eSIM-only) di China tertunda akibat regulasi. Namun (Okt 2025), Beijing beri lampu hijau uji coba eSIM terbatas bagi 3 operator.
POSEGI.ID – Peluncuran iPhone Air baru Apple, yang diperkenalkan global September 2025, menghadapi tantangan regulasi signifikan di pasar China. Model yang mengusung teknologi eSIM-only (tanpa laci SIM fisik) ini sempat mengalami penundaan, di mana tanggal rilis lokalnya menghilang dari situs resmi Apple. Penundaan ini mencerminkan kompleksitas adopsi eSIM di China, yang bersinggungan langsung dengan isu kedaulatan digital dan kontrol identitas.
Secara historis, China sangat membatasi penggunaan eSIM pada smartphone, dan hanya mengizinkannya untuk perangkat sekunder seperti jam tangan pintar. Model eSIM-only seperti iPhone Air menantang praktik operator lokal yang mengandalkan kontrol SIM fisik secara ketat. Pihak berwenang Beijing mewajibkan keterlacakan identitas (KYC) yang sempurna, sebuah standar yang rumit untuk diterapkan pada penyediaan eSIM jarak jauh.
Titik balik terjadi pada Oktober 2025, ketika tiga operator seluler utama—China Mobile, China Telecom, dan China Unicom—akhirnya mendapat lampu hijau. Mereka diizinkan memulai pilot project regional untuk menguji coba teknologi eSIM pada smartphone. Menyusul keputusan ini, Apple segera membuka pre-order iPhone Air di daratan China, namun menegaskan hanya model ini yang akan kompatibel secara lokal, menunjukkan kehati-hatian dalam peluncuran.
Langkah hati-hati Beijing ini dipahami sebagai upaya menjaga kontrol infrastruktur strategis. Di satu sisi, eSIM menawarkan kemudahan aktivasi instan bagi konsumen. Di sisi lain, teknologi ini mengancam model bisnis operator China dan menimbulkan kekhawatiran kedaulatan data, di mana Apple (sebagai raksasa teknologi AS) menguasai “gerbang” antara pengguna dan jaringan.
Uji coba regional ini dipantau secara ketat, dengan ekstensi geografis yang terbatas dan daftar perangkat yang diawasi. IPhone Air kini berfungsi sebagai laboratorium pengujian transisi “semua eSIM” di pasar China yang sangat regulatif. Belum diketahui apakah pesaing lokal seperti Huawei atau Xiaomi akan segera mengikuti langkah adopsi eSIM ini, sementara Apple harus menavigasi perbatasan antara inovasi global dan regulasi nasional yang kaku.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy