<Korea Selatan Larang Warganya Bepergian ke Sejumlah Wilayah di Kamboja - Posegi

Korea Selatan Larang Warganya Bepergian ke Sejumlah Wilayah di Kamboja

Korea Selatan Larang Warganya Bepergian ke Sejumlah Wilayah di Kamboja (Posegi.id)
Korea Selatan Larang Warganya Bepergian ke Sejumlah Wilayah di Kamboja (Posegi.id)

Pemerintah Korea Selatan secara resmi melarang warganya mengunjungi beberapa wilayah di Kamboja setelah muncul kasus penyiksaan dan pembunuhan seorang mahasiswa asal Korea Selatan di negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebut daerah yang dilarang termasuk Gunung Bokor di Provinsi Kampot, Kota Bavet di Provinsi Svay Rieng, dan Kota Poipet di Provinsi Banteay Meanchey. Warga yang nekat berkunjung ke wilayah ini terancam denda berdasarkan Undang-Undang Paspor dan regulasi terkait. “Kami dengan tegas menyarankan warga yang berencana pergi ke lokasi ini untuk membatalkan perjalanan mereka,” kata kementerian tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menyarankan warga yang saat ini berada di Provinsi Sihanoukville—daerah yang dikenal sebagai pusat aktivitas kelompok kriminal di Kamboja—untuk segera meninggalkan wilayah tersebut demi keselamatan.

Langkah ini diambil setelah kasus yang mengguncang publik Korea Selatan, yaitu kematian tragis mahasiswa 22 tahun bernama Park Minho, yang dilaporkan diculik dan disiksa hingga tewas di Kamboja pada Agustus lalu. Kasus ini memicu kemarahan dan kekhawatiran tentang meningkatnya kejahatan lintas negara yang menargetkan warga asing di kawasan itu.

Baca Juga :  China Luncurkan Shenzhou 21, Bawa Astronot Termuda (32 Tahun) ke Stasiun Tiangong

Menanggapi kasus tersebut, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun pada 10 Oktober telah memanggil Duta Besar Kamboja Khuon Pontaak untuk menyampaikan keprihatinan resmi terkait meningkatnya kasus penipuan, penyekapan, dan kekerasan terhadap warga Korea di Kamboja. Sehari kemudian, Presiden Lee Jae-myung mendesak pemerintahnya agar “menggunakan seluruh sumber daya diplomatik untuk melindungi warga dari kejahatan di Kamboja.”

Pemerintah Korea Selatan juga memperkirakan bahwa sekitar 1.000 warga Korea telah terlibat dalam operasi pusat penipuan di wilayah tersebut, baik sebagai korban maupun pekerja yang dipaksa. Sebagai tindak lanjut, delegasi antar lembaga yang terdiri dari perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kepolisian Nasional (KNPA), dan Dinas Intelijen Nasional (NIS) dikirim ke Kamboja untuk melakukan investigasi dan koordinasi dengan otoritas setempat.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja Touch Sokhak mengatakan kasus Park Minho menyoroti meningkatnya kejahatan siber lintas negara dan masalah keamanan bagi warga asing di negaranya. Polisi Kamboja telah menangkap dua tersangka asal China, Li Zhimeng (35) dan Su Renxi (43), yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Seorang tersangka lain bernama Ba Jia masih buron.

Baca Juga :  Tensi Taiwan Merembet, China Kirim Kapal Patroli ke Pulau Sengketa Senkaku/Diaoyu

Sokhak menambahkan bahwa keluarga korban dan Kedutaan Korea Selatan tidak memberi tahu pihak berwenang mengenai hilangnya Park sebelum jenazahnya ditemukan pada 8 Agustus di dekat Gunung Bokor, Provinsi Kampot berbeda dengan laporan media yang menyebut keluarga korban sempat meminta bantuan diplomatik lebih awal.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy