<Iza Fadri di UFDK: Kembangkan Kompetensi, Manfaatkan AI Hadapi Dunia Kerja - Posegi

Iza Fadri di UFDK: Kembangkan Kompetensi, Manfaatkan AI Hadapi Dunia Kerja

Iza Fadri di UFDK

Guru Besar STIK Komjen Pol (P) Iza Fadri beri kuliah umum di Universitas Fort de Kock (UFDK) Bukittinggi, Rabu (29/10), dorong mahasiswa kembangkan kompetensi dan manfaatkan AI.

POSEGI.ID – Dalam kuliah umum bertema ‘Pendidikan Akademik Untuk Menggali Potensi Diri dalam menyongsong Dunia Kerja’, Guru Besar Utama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) – PTIK, Komjen Pol (P) Iza Fadri, menekankan pentingnya keunggulan kompetensi dalam menghadapi persaingan global.

Menurutnya, kunci memenangkan persaingan, baik di dunia usaha maupun kerja, adalah menjadi lebih baik dari yang lain. “Kita harus punya kompetensi yang lebih dari teman kita yang lain itu. Sehingga ketika ada persaingan, kita selalu mendapat keunggulan,” ujar Iza Fadri di UFDK Bukittinggi, Rabu (29/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa pengembangan diri melalui perluasan pengetahuan dan peningkatan kompetensi adalah strategi fundamental untuk meraih keunggulan tersebut. Iza Fadri berpesan agar mahasiswa dan para pencari kerja tidak gentar menghadapi persaingan, melainkan fokus pada strategi untuk memenangkannya. “Tapi bagaimana memenangkan persaingan itu, itu yang menjadi strategi kita sebagai manusia,” jelasnya.

Baca Juga :  Ledakan SMAN 72: Terduga Pelaku Intai Puncak Bulan Bahasa?

Menyikapi perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Iza Fadri mengingatkan agar teknologi ini tidak dipandang sebagai ancaman atau kompetitor. Sebaliknya, AI harus dimanfaatkan secara optimal sebagai alat bantu. “AI ini jangan di anggap sebagai kompetisi, tapi dimanfaatkan,” tegasnya. Ia mencontohkan bagaimana dirinya sering meminta mahasiswa bimbingannya memanfaatkan AI untuk mengecek tulisan tesis atau disertasi, sebelum diuji lebih lanjut dengan kerangka berpikir kritis.

Pemanfaatan AI secara bijak ini, menurut Iza Fadri, bukan hanya relevan dalam penulisan akademis, tetapi juga krusial dalam berbagai aspek dunia kerja modern. Kemampuan mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja tanpa kehilangan daya kritis adalah kompetensi baru yang wajib dimiliki generasi muda agar tetap relevan di era otomatisasi, katanya. “Jadi AI ini tidak sebagai kompetitor, tapi kita manfaatkan, termasuk juga dalam ilmu pendidikan,” papar Iza Fadri.

Baca Juga :  Radja Nainggolan: Hormati Indonesia, Dendam pada Pemberi Darah Batak?

Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa UFDK Bukittinggi untuk merefleksikan kembali strategi pengembangan diri mereka. Pesan Iza Fadri menggarisbawahi bahwa di tengah disrupsi teknologi, investasi pada kompetensi inti dan kemampuan beradaptasi dengan alat baru seperti AI adalah kunci sukses jangka panjang di dunia kerja yang dinamis.

  • Tags:
  • #

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy