JAKARTA – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 6 November 2025, menandai langkah signifikan dalam perjalanannya. Melalui Penawaran Umum Perdana (IPO), emiten pelayaran ini sukses menghimpun dana segar senilai Rp 158,40 miliar. Dana yang diperoleh tersebut akan sepenuhnya dialokasikan untuk membiayai pembelian tiga unit kapal jenis LCT baru, sebuah strategi ekspansi yang diharapkan mampu mendongkrak kapasitas dan kinerja perseroan.
Komisaris Utama PJHB, Hero Gozali, menuturkan bahwa seluruh persiapan telah rampung dan pengadaan ketiga kapal tersebut ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2026. “Kami dapat dana dari IPO, kita akan fight tiga unit beli kapal baru. Sudah siap semuanya, mungkin bisa start tahun 2026,” ujar Hero saat ditemui di gedung BEI, Jakarta. Dana IPO ini akan difokuskan sebagai belanja modal untuk mengakuisisi tiga kapal LCT dengan kapasitas masing-masing 2.500 DWT.
Rincian pembelian mencakup satu unit Kapal LCT berukuran P 75 meter x L 16 meter x T 4,8 meter dengan kapasitas 2.500 DWT senilai Rp 57 miliar, yang pembangunannya akan dipercayakan kepada PT Untung Brawijaya Sejahtera. Selain itu, dua kapal LCT lainnya, masing-masing berukuran P 72 meter x L 16 meter x T 4,8 meter dengan kapasitas 2.500 DWT dan bernilai Rp 53 miliar per unit, akan dibangun oleh PT Untung Brawijaya Sejahtera dan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia.
Penambahan armada ini merupakan investasi strategis yang diyakini akan memberikan dampak positif pada kinerja keuangan perusahaan. Dengan beroperasinya ketiga kapal baru tersebut, PJHB menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 10 hingga 20 persen secara tahunan pada tahun 2026.
Direktur Utama PJHB, Go Sioe Bie, menjelaskan bahwa IPO merupakan strategi krusial untuk memperkuat struktur pendanaan dan mengakselerasi ekspansi bisnis perseroan. Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan sepenuhnya digunakan sebagai belanja modal untuk pengadaan tiga kapal LCT tersebut. Go Sioe Bie menegaskan, “Pembangunan kapal merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk meningkatkan kapasitas armada dan memenuhi permintaan pengangkutan alat berat serta kontainer dari klien-klien kami.” Dari total nilai ketiga kapal, sekitar 94,11 persen atau Rp 153,4 miliar akan didanai dari hasil IPO, sementara sisanya sebesar 5,89 persen atau Rp 9,6 miliar akan dipenuhi dari kas internal perusahaan.
Langkah strategis PJHB untuk memperkuat armadanya ini datang di tengah kebutuhan logistik maritim yang kian dinamis. Dengan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur yang terus berjalan, permintaan akan layanan pengangkutan alat berat dan kontainer melalui jalur laut diproyeksikan akan terus meningkat. Keputusan untuk mengalokasikan mayoritas dana IPO ke belanja modal untuk kapal baru ini mencerminkan visi perseroan dalam menangkap peluang pasar tersebut, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi logistik maritim terkemuka yang siap mendukung geliat industri dan perdagangan nasional. Ini bukan sekadar penambahan aset, melainkan investasi jangka panjang yang disiapkan untuk menopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan kompetitif di masa depan.
Dalam penawaran umum yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 4 November 2025, PJHB melepas 480 juta saham baru, setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut ditawarkan dengan nilai nominal Rp 50 per saham dan harga penawaran ditetapkan Rp 330 per saham, berada di batas atas rentang harga bookbuilding yang sebelumnya dipatok Rp 310–Rp 330 per saham. PT Pilarmas Investindo Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Selama masa penawaran, saham PJHB mencatat kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 267,04 kali dari porsi penjatahan terpusat, menunjukkan sambutan positif yang kuat dari investor ritel maupun institusional.
Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, PJHB juga menerbitkan 240 juta Waran Seri I. Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu waran, dengan rasio 2:1. Satu waran tersebut memberikan hak untuk membeli satu saham baru PJHB pada harga pelaksanaan Rp 330 per saham. Jika seluruh waran dieksekusi, PJHB berpotensi meraih tambahan dana hingga Rp 79,2 miliar, yang akan dialokasikan sebagai tambahan modal kerja untuk operasional kapal-kapal baru.
Go Sioe Bie mengimbuhkan harapannya bahwa kehadiran PJHB di Bursa Efek Indonesia dapat membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan. “Kami juga ingin menjadi contoh perusahaan pelayaran nasional yang tumbuh berkelanjutan dan berorientasi pada nilai tambah bagi pemegang saham,” pungkasnya.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy