<IHSG Sentuh 8.391, Investor Waspada Koreksi Tipis Hari Ini! - Posegi

IHSG Sentuh 8.391, Investor Waspada Koreksi Tipis Hari Ini!

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan Senin (10/11/2025) di zona merah, setelah sempat menunjukkan geliat positif pada awal sesi. Laju indeks berbalik melemah, mengakhiri hari dengan koreksi tipis yang menggambarkan dinamika pasar yang bergejolak.

Mengutip data dari berbagai sumber, termasuk yang dilansir KOMPAS.com, IHSG tercatat menurun 3,35 poin atau setara 0,04 persen, parkir di level 8.391,24. Sepanjang hari, pergerakan indeks cukup bervariasi, mencapai posisi tertinggi di 8.478,14 sebelum akhirnya menyentuh level terendah di 8.391,24 pada penutupan.

Aktivitas perdagangan di pasar modal hari itu menunjukkan pergerakan yang beragam di antara saham-saham. Sebanyak 371 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 282 saham mengalami pelemahan, dan 157 saham lainnya memilih stagnan. Total volume transaksi yang terjadi mencapai 44,79 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,91 triliun. Adapun nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.345,61 triliun.

Baca Juga :  WIFI Masuk MSCI: Investor Cermati Dampak Rebalancing November

Dinamika perdagangan hari itu memperlihatkan sebuah paradoks menarik. Meskipun mayoritas sektor, yakni sepuluh dari sebelas indeks sektoral Bursa Efek Indonesia, berhasil mencatatkan penguatan, Indeks Harga Saham Gabungan secara keseluruhan tetap tertekan. Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan pada sektor kesehatan dan beberapa saham berkapitalisasi besar di indeks LQ45 memiliki dampak yang signifikan dalam menahan laju indeks, meskipun sentimen positif terlihat pada banyak saham lainnya.

Dari sebelas indeks sektoral yang ada di BEI, hanya sektor kesehatan yang tidak mampu bertahan di zona hijau, mencatatkan pelemahan. Di sisi lain, sepuluh sektor lainnya kompak menutup perdagangan dengan penguatan yang bervariasi. Sektor teknologi memimpin lonjakan dengan kenaikan impresif sebesar 3,87 persen. Disusul kemudian oleh sektor perindustrian yang menguat 3,00 persen, serta sektor properti dan real estat yang turut melonjak 2,55 persen.

Baca Juga :  UMKM Bangkit: Menteri Ajak Pedagang Beralih ke Produk Lokal!

Beberapa sektor lain juga tidak kalah menunjukkan performa positif. Sektor infrastruktur mencatat kenaikan 1,29 persen, barang baku menguat 1,19 persen, dan transportasi serta logistik juga naik 1,19 persen. Sementara itu, sektor barang konsumer non-primer bertambah 0,65 persen, dan energi naik tipis 0,27 persen.

Dalam jajaran saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45, pergerakan pun bervariasi. Beberapa saham harus rela masuk daftar *top losers*. Di antaranya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok 12,00 persen menjadi Rp 88.000 per saham. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) juga melemah 4,17 persen ke level Rp 2.760 per saham, dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun 3,72 persen menjadi Rp 2.070 per saham.

Namun, tidak sedikit pula saham yang menunjukkan performa cemerlang. Saham-saham yang menjadi *top gainers* di indeks LQ45 termasuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melesat 9,84 persen ke Rp 67 per saham. Lalu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 6,38 persen menjadi Rp 150 per saham, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 6,20 persen ke level Rp 685 per saham.

Baca Juga :  IHSG Menggila! Kapitalisasi Pasar Sentuh Rekor Rp 15.316 Triliun

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy