<'Perahu Terbang' Candela Revolusikan Transportasi Air Global Hemat 80% Energi - Posegi

‘Perahu Terbang’ Candela Revolusikan Transportasi Air Global Hemat 80% Energi

'Perahu Terbang' Candela Revolusikan Transportasi Air Global Hemat 80% Energi (Candela)
'Perahu Terbang' Candela Revolusikan Transportasi Air Global Hemat 80% Energi (Candela)

‘Perahu terbang’ Candela merevolusi transportasi air global dengan feri hidrofoil listrik hemat 80% energi.

POSEGI.ID – Konsep “perahu terbang” atau hydrofoil kini bangkit kembali sebagai solusi revolusioner untuk transportasi saluran air yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan. Teknologi yang pertama kali muncul pada akhir abad ke-19 ini kini terlahir kembali berkat kemajuan teknologi baterai, material ringan, dan sensor otomatis.

Menurut Profesor Jakob Kuttenkeuler dari Institut Teknologi Kekaisaran Swedia, motivasi utama kebangkitan hydrofoil adalah dorongan untuk penggunaan kendaraan listrik. Hydrofoil generasi awal menggunakan bahan bakar fosil dan bodi logam berat. Meskipun sayap V-shape-nya membantu bergerak cepat, desain itu masih menyisakan hambatan air yang signifikan.

Desain hydrofoil modern, seperti yang dikembangkan perusahaan Swedia Candela, menggunakan material ultra-ringan seperti serat karbon dan titanium. Kemajuan krusial terletak pada penggunaan komputer mikro dan sensor otomatis yang terus-menerus menyeimbangkan sayap bawah air. Ini memungkinkan penggantian sayap V yang besar dengan sayap memanjang yang lebih efisien, yang mampu mengangkat seluruh lambung kapal keluar dari air.

Baca Juga :  Kota Hilang Romawi Maestriana Ditemukan di Bawah Kota Hongaria

Insinyur Swedia Gustav Hasselskog, pendiri Candela (2014), menemukan bahwa desain yang mengangkat lambung sepenuhnya dari air ini dapat mengurangi konsumsi energi hingga 80%. Selain efisiensi energi, teknologi ini juga tidak menyebabkan guncangan di atas air sehingga tidak memicu mabuk laut bagi penumpang, menurut Laura Marimon Giovannetti, peneliti di Rise Institute of Sweden.

Candela telah membuktikan keunggulannya dalam proyek percontohan di Stockholm. Menggunakan feri listrik berkapasitas 30 orang, Candela memangkas waktu tempuh rute Ekerö-Stockholm Hall (20 km) menjadi kurang dari 30 menit dengan kecepatan 56 km/jam. Jauh lebih cepat dibanding feri tradisional (250 penumpang) yang membutuhkan 55 menit. Stockholm memperkirakan penghematan biaya operasional hingga 40%.

Teknologi ini menarik minat global. Candela telah menjual 11 feri hydrofoil ke operator swasta JalVimana di Mumbai, India, yang akan beroperasi pada 2026. Feri ini akan memangkas rute bandara Navi Mumbai dari 1 jam 45 menit menjadi hanya 30 menit. Di Amerika Serikat, Kitsap County (Seattle) juga sedang menender prototipe hydrofoil 150 penumpang untuk memangkas waktu tempuh 1 jam menjadi 30 menit, dengan target pengisian daya 20 menit.

Baca Juga :  Donald Trump Takkan Temui Putin Lagi Kecuali Rusia Serius Soal Damai Ukraina

Meskipun revolusioner, teknologi ini masih memiliki keterbatasan. Hasselskog mencatat, untuk efisiensi maksimum, kapal harus tetap kecil dan ringan. Jarak tempuh juga terbatas—model Stockholm hanya mampu beroperasi di bawah 74 km sebelum perlu mengisi daya selama satu jam. Tantangan lain adalah risiko tabrakan dengan objek bawah air seperti kayu gelondongan, yang menjadi kriteria desain khusus dalam tender di Seattle.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy