Harga emas dunia anjlok lagi Senin (27/10) pagi, tertekan optimisme deal dagang AS-China dan dolar kuat. Spot emas jatuh 0,88% ke US$ 4.075,71.
POSEGI.ID – Pelemahan permintaan aset aman akibat optimisme pasar terhadap kesepakatan dagang AS-China dan penguatan dolar AS menjadi pemicu utama anjloknya harga emas. “Penurunan harga emas terjadi karena permintaan terhadap aset aman melemah akibat optimisme pasar terhadap kesepakatan dagang AS-China dan penguatan dolar AS,” ujar Darshan Desai selaku CEO Aspect Bullion & Refinery.
Dolar AS yang menguat ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan terhadap Yen membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, menekan daya tarik logam mulia. Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar dunia, juga dilaporkan turun 0,52% menjadi 1.046,93 ton pada Jumat lalu.
Progres negosiasi dagang AS-China pasca pertemuan di Malaysia ini, menurut Jigar Trivedi (Analis Reliance Securities), secara langsung mengurangi kebutuhan investor terhadap aset lindung nilai seperti emas. Kesepakatan awal tersebut memicu peralihan sentimen pasar dari risk-off menjadi risk-on, katanya.
Pelaku pasar kini juga menantikan keputusan suku bunga sejumlah bank sentral utama dunia pekan ini. The Federal Reserve AS diperkirakan memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) menyusul data inflasi lemah, sementara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan (BoJ) kemungkinan mempertahankan kebijakannya.
Kombinasi sentimen positif kesepakatan dagang dan dolar yang perkasa menempatkan harga emas dunia dalam tekanan signifikan awal pekan ini. Investor diimbau tetap mewaspadai potensi volatilitas jangka pendek seiring perkembangan isu global dan kebijakan moneter.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy