<Korban Tewas Kecelakaan Bus Haryanto Tol Batang Ternyata Ibu dan Anak, Jasa Raharja Siapkan Santunan - Posegi

Korban Tewas Kecelakaan Bus Haryanto Tol Batang Ternyata Ibu dan Anak, Jasa Raharja Siapkan Santunan

Kecelakaan Bus Haryanto Tol Batang (Istimewa)
Kecelakaan Bus Haryanto Tol Batang (Istimewa)

Dua dari tiga korban tewas kecelakaan Bus PO Haryanto di Tol Batang KM 354 B (26/10) adalah ibu dan anak asal Tangerang. Jenazah dipulangkan Senin (27/10).

POSEGI.ID – Korban tewas teridentifikasi sebagai Suyatmi (46) dan putrinya, Anis Tya Mayzahra (17), warga Kampung Doyong, Jatiuwung, Kota Tangerang. Jenazah keduanya telah dipulangkan dari RSUD Kalisari Batang pada Senin (27/10) pagi pukul 08.40 WIB menuju rumah duka di Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dikawal mobil patroli polisi. “Kalau informasi dari keluarganya, kedua korban yang meninggal dunia ini adalah ibu dan anak,” ujar Perwakilan Jasa Raharja Pekalongan, Juliyanto, di RSUD Kalisari Batang.

Juliyanto menjelaskan Jasa Raharja telah menyiapkan santunan Rp 50 juta per korban meninggal dunia yang akan diserahkan kepada ahli waris. Sementara korban luka-luka mendapat santunan maksimal Rp 20 juta. Santunan ini merupakan perlindungan dasar sesuai UU No 33 & 34 Tahun 1964. Kanit Turjawali Satlantas Polres Batang, Ipda Agus, menyatakan pihaknya mengawal pemulangan jenazah ke Pati sebagai amanah. “Kami turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Striker Brasil Remehkan Indonesia di Piala Dunia U-17 2025?

Sementara itu, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra menyoroti penyebab kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang dan melukai 20 lainnya ini. Penyelidikan awal mengindikasikan kondisi ban bus tidak layak pakai sebagai faktor utama. “Karena harusnya ban itu kembangannya minimal 3 milimeter, khawatir ini kurang dari 3 milimeter,” jelas Kombes Pratama, Senin (27/10). Ban aus kehilangan daya cengkeram di jalan basah, membuat bus oleng dan terguling saat hujan deras.

Faktor kelalaian manusia (human error) juga didalami, termasuk kecepatan bus dan reaksi sopir saat kejadian. “Nanti kita minta keterangan dari sopir… Kita juga akan lihat bagaimana reaksi sopir itu, apakah dia mengerem, membanting setir, atau mungkin terlambat merespons karena genangan air,” ungkap Kombes Pratama.

  • Tags:
  • #

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy