<Donald Trump Takkan Temui Putin Lagi Kecuali Rusia Serius Soal Damai Ukraina - Posegi

Donald Trump Takkan Temui Putin Lagi Kecuali Rusia Serius Soal Damai Ukraina

Donald Trump (@realdonaldtrump)
Donald Trump (@realdonaldtrump)

Presiden AS Donald Trump (25/10) di Air Force One tegaskan takkan bertemu Putin lagi soal Ukraina kecuali Moskow serius soal deal damai.

POSEGI.ID – Trump menegaskan syarat itu saat berbicara dengan wartawan di Air Force One dalam perjalanan ke Asia. “Saya harus tahu bahwa kita akan membuat kesepakatan. Saya tidak akan membuang waktu saya,” kata Trump, merujuk pada perjanjian damai Rusia-Ukraina. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya atas situasi saat ini. “Saya selalu memiliki hubungan yang hebat dengan Vladimir Putin, tetapi apa yang terjadi benar-benar mengecewakan,” tambah Trump.

Penegasan syarat pertemuan ini datang hanya beberapa hari setelah Trump menjatuhkan sanksi baru terhadap dua raksasa minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil, pada 22 Oktober. Trump mengeluh pembicaraannya dengan Putin soal konflik Ukraina “tidak ke mana-mana.” Sanksi ini dipicu setelah rencana KTT baru Trump-Putin di Budapest, Hungaria, gagal terlaksana. Meski demikian, Trump masih berharap sanksi hanya sementara dan “konflik akan diselesaikan.”

Baca Juga :  Travel Tokyo-AS 60 Menit via Roket? Perusahaan Jepang Siap Jual Paket 100 Juta Yen

Reaksi Moskow terhadap sanksi ini menunjukkan eskalasi ketegangan diplomatik yang kian meruncing antara kedua negara adidaya. Putin mengakui sanksi itu “serius” tetapi bersikeras tidak cukup signifikan merusak ekonomi Rusia, menyebutnya “tindakan tidak ramah” yang merusak hubungan bilateral. Meski begitu, pemimpin Rusia itu menyatakan masih membuka kemungkinan dialog dengan Trump.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut sanksi AS sebagai “pesan yang kuat dan sangat dibutuhkan.” Langkah Washington ini juga diikuti Uni Eropa yang memberlakukan sanksi tambahan paralel terhadap sektor minyak dan gas Rusia.

Sikap tegas Trump yang mensyaratkan keseriusan Rusia sebelum pertemuan puncak berikutnya, ditambah tekanan sanksi gabungan AS-Uni Eropa, menempatkan Moskow dalam posisi sulit. Masa depan dialog damai Ukraina kini bergantung pada kesediaan Putin menunjukkan komitmen nyata di meja perundingan, sebuah langkah yang masih diragukan banyak pihak.

Baca Juga :  Vietnam Percepat Rencana Kereta Api, HSR Kedua Hanoi-Quang Ninh $5,4 M Diprioritaskan

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy