<Final Fantasy Tactics Remake Hadir, Mahakarya Ternoda Masalah Bahasa - Posegi

Final Fantasy Tactics Remake Hadir, Mahakarya Ternoda Masalah Bahasa

Final Fantasy Tactics The Ivalice Chronicles (Istimewa)
Final Fantasy Tactics The Ivalice Chronicles (Istimewa)

Remake yang telah lama dinantikan, Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles, akhirnya hadir untuk generasi baru dengan serangkaian modernisasi yang signifikan. Meski dipuji sebagai mahakarya RPG taktis, pengalaman bermainnya yang nyaris sempurna ternoda oleh satu kekurangan fatal, yakni absennya dukungan bahasa selain Inggris.

Game ini membawa kembali kisah epik Ramza dan Delita di dunia Ivalice dengan visual pixel art beresolusi tinggi dan sistem Job yang mendalam. Alur ceritanya yang kompleks, mengisahkan perebutan kekuasaan antar rumah bangsawan, kini diperkuat dengan adanya dubbing atau sulih suara yang membuat narasi semakin hidup.

Sejumlah pembaruan kualitas hidup menjadi nilai tambah utama, seperti tiga tingkat kesulitan, fitur simpan otomatis (auto-save), dan sudut pandang kamera zenith. Fitur-fitur ini membuat game yang terkenal sulit ini menjadi lebih mudah diakses oleh pemain baru tanpa menghilangkan esensi strategi yang menjadi intinya.

Baca Juga :  Gugatan Michelle Ritter Ungkap Kehidupan Mewah dan Konflik dengan Eks CEO Google Eric Schmidt

“Game ini bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah kesempatan untuk memahami sejarah kelam Ivalice lewat visual pixel art beresolusi tinggi. Narasi kejam yang dikendalikan para bangsawan ini secara cerdas menjelaskan mengapa sihir dan kapal terbang ‘menghilang’ dari peradaban,” demikian penilaiannya.

Sayangnya, semua keunggulan tersebut dibayangi oleh keputusan untuk tidak menyertakan pilihan bahasa yang lebih luas. Bagi pemain yang tidak fasih berbahasa Inggris, plot cerita yang rumit dan penuh intrik politik menjadi sangat sulit untuk diikuti, menciptakan penghalang besar untuk menikmati permainan secara utuh.

Final Fantasy Tactics: The Ivalice Chronicles adalah sebuah lapisan pernis modern pada sebuah mahakarya abadi. Meski nyaris sempurna dalam hal gameplay dan presentasi, absennya dukungan multibahasa menjadi noda signifikan yang disayangkan oleh banyak pihak.

  • Tags:
  • #

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy