<Gentle Parenting: Rahasia Membesarkan Anak Bahagia Menurut Ahli - Posegi

Gentle Parenting: Rahasia Membesarkan Anak Bahagia Menurut Ahli

Gelombang baru dalam dunia pengasuhan anak, yang dikenal sebagai gentle parenting, kini semakin menarik perhatian banyak orang tua, termasuk aktris Nikita Willy. Pendekatan ini menandai pergeseran signifikan dari pola asuh tradisional yang kerap menerapkan metode keras, menuju gaya mendidik yang mengedepankan empati, rasa hormat, dan pengertian demi membentuk individu yang percaya diri, mandiri, dan bahagia di masa depan.

Memahami Esensi Gentle Parenting

Gentle parenting merupakan filosofi pengasuhan yang fundamental berbeda dari metode konvensional. Dokter anak Karen Estrella, MD, seperti yang dilansir oleh Cleveland Clinic pada Senin (10/3/2025), menjelaskan bahwa pola asuh ini berpotensi memberikan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan anak. Inti dari gentle parenting adalah membesarkan anak melalui empati, rasa hormat, pengertian, serta penetapan batasan yang sehat. Fokus utamanya terletak pada perkembangan anak yang sesuai dengan usia, jauh berbeda dengan pola asuh tradisional yang lebih berorientasi pada hukuman dan penghargaan.

Baca Juga :  Warganet Keliru, Hari Pasangan Sedunia Tidak Diperingati 1 Desember

Sebagai contoh, dalam pola asuh tradisional, perilaku baik seringkali direspons dengan hadiah, seperti aktivitas menyenangkan, camilan, atau umpan balik positif. Namun, ketika anak melakukan kesalahan, orang tua mungkin cenderung menghukum, bahkan hingga memukul, sebuah tindakan yang sesungguhnya tidak sepatutnya dilakukan. Sebaliknya, gentle parenting mengalihkan fokus dari sistem hukuman dan hadiah tersebut, dengan lebih menekankan peningkatan kesadaran diri anak dan pemahaman mereka terhadap perilaku yang ditunjukkannya. “Idenya adalah untuk menjadi seperti pelatih bagi anak daripada pemberi hukuman,” tutur dr. Estrella.

Pola Asuh Kolaboratif Tanpa Menghakimi

Disadur dari Parents, gentle parenting turut diartikan sebagai cara mengasuh anak tanpa melibatkan rasa malu, menyalahkan, atau menghukum. Pendekatan ini menempatkan kemitraan atau kerja sama sebagai fondasi utama. Dalam gaya pengasuhan kolaboratif ini, baik orang tua maupun anak, memiliki peran aktif dalam dinamika keluarga. Sejalan dengan namanya, pengasuhan ini merupakan pendekatan yang lebih lembut dalam membimbing anak-anak. Orang tua yang mempraktikkannya akan membimbing buah hati mereka dengan penuh kasih sayang, bukan dengan cara yang kaku atau otoriter.

Baca Juga :  Nyeri Sendi Mengintai Saat Dingin, Begini Cara Efektif Lindungi Kesehatan Sendi Anda

Menurut Danielle Sullivan, seorang pelatih pengasuhan, “Gentle parenting adalah gaya pengasuhan yang mana orangtua tidak memaksa anak untuk berperilaku baik dengan cara menghukum atau mengendalikan.” Sebagai gantinya, orang tua menggunakan koneksi emosional, komunikasi terbuka, dan metode demokratis untuk mengambil keputusan bersama sebagai satu keluarga. Pendekatan ini mendorong interaksi yang sehat antara orang tua dan anak, di mana setiap pihak merasa dihargai dan didengar.

Sementara pola asuh tradisional seringkali bergantung pada motivasi eksternal berupa hadiah atau ancaman hukuman, gentle parenting justru mendorong anak untuk menginternalisasi nilai-nilai dan mengembangkan kesadaran diri. Dengan memfokuskan pada pemahaman diri dan konsekuensi alami dari tindakan, anak diajak untuk tumbuh dengan otonomi dan tanggung jawab, bukan sekadar mematuhi perintah karena rasa takut atau keinginan akan imbalan. Ini membangun fondasi moral yang lebih kuat dan personal, melampaui kepatuhan sementara.

Baca Juga :  Pare: Manfaat Dahsyat Sayur Pahit Bagi Kesehatan Anda

Pola asuh yang lembut ini berlandaskan empat elemen utama, yaitu empati, rasa hormat, pengertian, dan batasan. Sullivan melanjutkan bahwa, “Gentle parenting mengajarkan anak bahwa mereka dapat aktif di dunia, menetapkan batasan mereka, memercayai kebutuhan mereka sendiri, dan menyuarakan pendapat mereka.”

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy