<Saham Qualcomm Melonjak 11% Usai Umumkan Chip AI AI200 Penantang Nvidia - Posegi

Saham Qualcomm Melonjak 11% Usai Umumkan Chip AI AI200 Penantang Nvidia

Qualcomm (Stock)
Qualcomm (Stock)

Saham Qualcomm melonjak 11% (31/10) pasca pengumuman masuk pasar chip AI pusat data. Langkah strategis ini menantang dominasi Nvidia dengan AI200.

POSEGI.ID – Qualcomm, perusahaan yang lama berfokus pada semikonduktor untuk perangkat seluler, secara resmi mengumumkan pergeseran strategis besar-besaran. Pada Jumat (31/10/2025), Qualcomm mengkonfirmasi masuk ke pasar chip kecerdasan buatan (AI) untuk pusat data, sebuah langkah yang menantang langsung dominasi Nvidia dan AMD. Reaksi pasar seketika positif; saham Qualcomm melonjak 11% di bursa setelah pengumuman tersebut.

Perusahaan memperkenalkan dua model akselerator baru, AI200 yang dijadwalkan rilis pada 2026 dan AI250 pada 2027. Solusi Qualcomm ini dirancang khusus untuk AI inference, yaitu proses eksploitasi atau penggunaan model AI yang sudah dilatih, bukan fokus pada proses pelatihannya. Chip ini akan ditawarkan dalam sistem skala rak (rack-scale), memenuhi kebutuhan laboratorium AI yang memerlukan daya komputasi masif untuk algoritma canggih mereka.

Baca Juga :  Windows 11 Update KB5066835 Sebabkan Bug Localhost, Microsoft Rilis KIR

Aset utama yang ditawarkan Qualcomm untuk melawan raksasa yang sudah mapan adalah arsitektur memori superior. Kartu akselerator AI baru ini diklaim mendukung hingga 768 GB memori, sebuah angka yang secara signifikan melebihi penawaran Nvidia dan AMD saat ini. Tujuannya adalah menawarkan kinerja tinggi sambil mempertahankan Total Cost of Ownership (TCO) yang menarik dan konsumsi daya yang terkontrol, setara dengan pemimpin pasar.

Pergeseran strategis Qualcomm ke pusat data ini, menurut analis industri, adalah langkah logis yang didorong oleh ledakan permintaan AI global. Dengan proyeksi investasi $6,7 triliun di pusat data pada 2030 (menurut McKinsey) untuk mendukung aplikasi AI, Qualcomm jelas tidak ingin ketinggalan pasar yang saat ini dikuasai Nvidia (lebih 90%). Upaya ini juga sejalan dengan langkah raksasa cloud seperti Google, Amazon, dan Microsoft yang mengembangkan akselerator AI mereka sendiri untuk mengurangi ketergantungan, katanya.

Baca Juga :  Google Diam-diam Rilis Gemini 3.0 Pro, Tawarkan Peningkatan Performa Signifikan

Untuk menarik pelanggan terbesar, yakni para hyperscalers (Google, Amazon, dll.), Qualcomm tidak mengunci ekosistemnya. Perusahaan mengandalkan ekosistem perangkat lunak terbuka yang kompatibel dengan kerangka kerja (framework) AI utama di industri. Fleksibilitas ini memungkinkan pelanggan untuk mengadaptasi atau menyusun rak mereka sesuai kebutuhan spesifik. Qualcomm juga menyatakan komponennya dapat ditawarkan secara terpisah, membuka peluang kolaborasi baru dengan produsen besar lainnya di tengah persaingan ketat.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy