<BPKH dan MUI Kolaborasi, 4.000 Dai Siap Literasi Keuangan Haji - Posegi

BPKH dan MUI Kolaborasi, 4.000 Dai Siap Literasi Keuangan Haji

Ilustrasi Haji (Freepik)
Ilustrasi Haji (Freepik)

BPKH dan MUI kolaborasi perkuat literasi keuangan haji (3/11). 4.000 dai lulus standardisasi MUI akan jadi garda depan edukasi tata kelola dana haji.

POSEGI.ID – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat program literasi keuangan haji dengan melibatkan ribuan dai dari seluruh Indonesia. Hal ini ditandai dengan dorongan BPKH dalam acara Wisuda Akbar Standardisasi Dai 2025 dan Halaqah Dakwah MUI di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, mengatakan 4.000 dai yang telah lulus standardisasi nasional didorong aktif mengedukasi masyarakat tentang tata kelola dana haji. “Para dai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan keumatan. Dengan pemahaman yang kuat tentang keuangan haji, mereka dapat menjadi garda depan dalam memberikan literasi yang benar kepada calon jamaah dan masyarakat luas,” ujar Harry.

Baca Juga :  Wamendikdasmen Desak Aturan Teknis Guru Lewat PP agar Kebijakan Lebih Lincah

Harry menyebut dakwah tematik yang diluncurkan MUI bersama mitra strategis seperti Bank Indonesia (BI), Badan Wakaf Indonesia (BWI), BSI, dan BPKH, menjadi langkah nyata sinergi membangun kesadaran ekonomi umat. Kolaborasi ini diharapkan menjadikan pesan dakwah lebih kontekstual, produktif, dan relevan dengan tantangan ekonomi syariah, serta menjadikan dai pelopor dakwah profesional berdimensi sosial-ekonomi.

Peran dai yang strategis ini, menurut Harry, adalah kunci membangun kepercayaan publik terhadap BPKH. “Literasi keuangan haji bukan hanya soal pemahaman teknis, tetapi juga tentang bagaimana umat dapat merasa memiliki dan percaya terhadap tata kelola dana haji yang dilakukan secara amanah dan transparan,” katanya.

Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin, yang turut hadir, mengapresiasi para “dai standar” yang diwisuda. Ia menilai standardisasi ini penting agar dakwah Islam berjalan sesuai batasan (dhawabit) dan prinsip yang jelas. Ma’ruf Amin menegaskan dai sejatinya adalah al-muslihun atau para pembawa perbaikan yang berkelanjutan. “Dai itu sebenarnya al-muslihun, pembawa perbaikan. Perbaikan itu sifatnya berkelanjutan, sustainable,” kata Ma’ruf Amin.

Baca Juga :  Batik Gong-gong & Tudung Manto Segera Dipatenkan, Kemenkum-Dekranasda Kepri Teken MoU

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy