<Surfshark Rilis Pengecek Email Phishing Berbasis AI di Ekstensi Chrome - Posegi

Surfshark Rilis Pengecek Email Phishing Berbasis AI di Ekstensi Chrome

Ilustrasi Surfshark Rilis Pengecek Email Phishing Berbasis AI di Ekstensi Chrome (Freepik)
Ilustrasi Surfshark Rilis Pengecek Email Phishing Berbasis AI di Ekstensi Chrome (Freepik)

Surfshark luncurkan (1/11) fitur pengecek email phishing berbasis AI atasi 3,4 miliar email palsu per bulan, kini terbatas di Gmail.

POSEGI.ID – Layanan VPN Surfshark mengambil langkah baru dalam perang melawan phishing, ancaman siber yang diperkirakan mengirimkan 3,4 miliar email penipuan setiap bulannya ke seluruh dunia. Untuk mengatasi risiko ini, Surfshark memperkaya paket layanan Surfshark One dan Surfshark+ dengan alat baru: Pengecek Email Palsu (Email Scam Checker) berbasis kecerdasan buatan (AI).

Fitur keamanan baru ini dirancang untuk mendeteksi upaya phishing klasik maupun serangan spearphishing yang lebih canggih. Namun, fungsionalitasnya saat ini masih terbatas. Alat ini hanya dapat diakses melalui ekstensi browser berbasis Chrome (seperti Google Chrome atau Microsoft Edge) dan untuk saat ini hanya kompatibel dengan akun Gmail. Surfshark mengindikasikan batasan kompatibilitas Gmail ini dapat berubah di masa depan seiring pengembangan layanan.

Baca Juga :  Galaxy S26 Ultra Dirumorkan Pakai Exynos, Tinggalkan Snapdragon Setelah 4 Tahun

Cara kerja fitur ini cukup sederhana. Setelah ekstensi Surfshark terpasang di browser, pengguna harus mengaktifkan opsi “pemeriksa penipuan email” di dalam pengaturan. Setelah aktif, pengguna dapat memilih email apa pun yang dianggap mencurigakan di dalam antarmuka Gmail untuk memulai pemindaian AI secara instan. Layanan ini tidak membatasi jumlah pemeriksaan, sejalan dengan kebijakan koneksi simultan tanpa batas yang ditawarkan platform VPN tersebut.

Di tengah kekhawatiran privasi seputar pemindaian email oleh AI, Surfshark menegaskan komitmennya terhadap kerahasiaan data pengguna. Perusahaan menjamin bahwa tidak ada data email yang transit atau disimpan di server pihak ketiga. Informasi yang diproses untuk analisis phishing akan langsung dihapus setelah proses pemindaian selesai, memberikan lapisan perlindungan tambahan tanpa mengorbankan privasi.

Langkah Surfshark menambahkan alat anti-phishing ini mencerminkan tren industri VPN yang kian meluas menjadi solusi keamanan siber komprehensif. Para pemain utama tidak lagi hanya menawarkan koneksi terenkripsi. Pesaing seperti NordVPN telah lebih dulu menyertakan antivirus dan pemblokir pelacak, sementara Proton VPN mengandalkan ekosistem terintegrasi email terenkripsi dan penyimpanan awan aman. Batas antara layanan VPN tradisional dan paket cybersecurity global kini semakin memudar.

Baca Juga :  OpenAI Kembangkan Generator Musik AI, Industri Khawatirkan Dampaknya bagi Kreativitas Manusia

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy