<Riset: 75 Persen Publik Khawatir Deepfake, 63 Persen Konsumsi Konten Asing - Posegi

Riset: 75 Persen Publik Khawatir Deepfake, 63 Persen Konsumsi Konten Asing

Publik Khawatir Deepfake (Bing AI/Posegi.id)
Publik Khawatir Deepfake (Bing AI/Posegi.id)

Riset kumparan 2025 mengungkap 75% publik khawatir deepfake dan 63% lebih sering konsumsi konten budaya asing akibat AI.

POSEGI.ID – ‘Indonesia AI Report 2025’ yang dirilis kumparan menyoroti kekhawatiran utama publik Indonesia terhadap kecerdasan buatan (AI). Sebanyak 75% responden khawatir AI digunakan untuk menyamar atau meniru orang lain (deepfake), diikuti kekhawatiran penyalahgunaan data pribadi (62%).

Dampak AI juga merambah sektor budaya, di mana 90% publik menilai AI memengaruhi cara mereka mengonsumsi konten. Temuan signifikan menunjukkan 63% responden merasa algoritma AI membuat mereka lebih sering mengonsumsi konten dari budaya mancanegara dibandingkan budaya lokal.

Prof. Dr. Suyanto, Rektor Telkom University, menyoroti ancaman ini terhadap kedaulatan budaya, karena model AI dominan dilatih dengan data Barat. “Kalau kita bisa membangun model Al yang memang dilatih dengan data-data yang berasal dari Indonesia sendiri… maka budaya kita akan berdaulat bahkan meningkat lebih kuat,” katanya.

Baca Juga :  Google Diam-diam Rilis Gemini 3.0 Pro, Tawarkan Peningkatan Performa Signifikan

Kekhawatiran deepfake dan dominasi konten asing ini, menurut pengamat, adalah dua sisi mata uang dari algoritma yang belum matang secara etika. AI yang tidak diatur berpotensi mengikis identitas digital dan kedaulatan budaya nasional secara bersamaan, katanya.

Ironisnya, meski kesadaran privasi tinggi, laporan ini mengungkap perilaku berisiko di masyarakat. Sebanyak 58% responden mengaku pernah menggunakan AI untuk konsultasi kesehatan fisik tanpa menemui dokter, dan 49% menggunakannya untuk diagnosis kesehatan mental tanpa psikolog.

  • Tags:
  • #

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy