Shell dan Horiba Mira (13/11) kembangkan EV-Plus Thermal Fluid. Solusi immersive cooling ini diklaim mampu wujudkan isi daya EV 10-80% di bawah 10 menit.
POSEGI.ID – Shell, bekerja sama dengan firma pengembangan otomotif Inggris Horiba Mira, telah mengumumkan terobosan cairan ‘all-in-one’ EV-Plus Thermal Fluid. Cairan pendingin baru ini dirancang untuk mengatasi masalah fundamental pengisian daya yang lama, memungkinkan pengisian daya 10-80 persen dalam waktu kurang dari 10 menit.
Solusi baru Shell ini berfungsi sebagai pendingin yang bersentuhan langsung dengan sel baterai dalam susunan yang dikenal sebagai immersive cooling (pendinginan imersif). Menurut Shell, metode kontak langsung ini memungkinkan pendinginan powertrain yang jauh lebih efektif dan merata dibandingkan sistem manajemen termal konvensional yang ada di pasaran saat ini. Pendinginan superior inilah yang membuka pintu untuk sesi pengisian daya ultra-cepat di bawah 10 menit, karena baterai akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai batas termal berbahayanya.
Terobosan immersive cooling ini menjadi jawaban atas hambatan terbesar adopsi kendaraan listrik (EV) secara global, yakni kecemasan akan waktu pengisian daya (charging anxiety). Hingga 2025, mayoritas stasiun pengisian cepat masih membutuhkan 20 hingga 30 menit untuk pengisian 80%, waktu yang dianggap masih terlalu lama oleh konsumen. Kemampuan pengisian daya di bawah 10 menit telah lama dianggap sebagai “cawan suci” oleh industri otomotif agar EV dapat bersaing langsung dengan kenyamanan pengisian bahan bakar konvensional.
Manfaat signifikan lainnya bagi konsumen adalah potensi penghematan biaya produksi EV di masa depan. Shell menyebut immersive cooling hanya memerlukan arsitektur pendingin yang jauh lebih sederhana. Ini berpotensi menggantikan sistem manajemen termal yang kompleks dan mahal yang digunakan pada sebagian besar kendaraan listrik saat ini, membuka jalan bagi harga EV yang lebih terjangkau. Cairan ini juga dirancang untuk bekerja di segala kondisi cuaca, “dari musim dingin Arktik yang ekstrem hingga panas terik musim panas Sahara”.
Robert Mainwaring, Lead Engineer Shell untuk proyek ini, menyebut cairan EV-Plus sebagai “gamechanger”. Menurutnya, inovasi ini membuktikan bahwa EV tidak lagi memerlukan tambal sulam berbagai sistem pendingin yang berbeda. “Satu cairan dapat melakukan semuanya, memungkinkan pengisian ultra-cepat dan memfasilitasi kinerja drivetrain yang optimal,” kata Mainwaring.
Pandangan serupa disampaikan Dr. David Bridge, Chief Engineer di Horiba Mira, yang menyebut inovasi ini sebagai “pendorong kritis untuk masa depan kendaraan listrik”. “Kemampuan untuk mengelola panas secara efektif di seluruh powertrain sangat penting untuk membuka potensi penuh teknologi BEV, memungkinkan pengisian daya lebih cepat, keamanan yang lebih baik, dan masa pakai komponen yang lebih lama,” ujarnya.
Mengenai ketersediaannya di pasar, Cara Tredget, VP Shell Mobility and Lubricants Technology, mengonfirmasi bahwa cairan baru ini “bukan hanya konsep”. Waktu implementasinya di mobil produksi massal sangat bergantung pada kesiapan para pabrikan (OEM). “Namun, kami yakin akan potensi cairan termal kami untuk implementasi dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi,” tutupnya.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy